Menu Close

Bagaimana Cara Bermain 4 Musuh 3 Pada Permainan Sepak Bola?

Setiap bentuk latihan harus dilakukan dalam ruang gerak yang luas. Dengan karena itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal perlu memerhatikan beberapa hal berikut, yaiut sebagai berikut. Mainkan pemanasan yang cukup di otot-otot yang akan dilatih (warming up), sebelum memulai latihan.

Pola superset (superset system), pelaksanaannya dilakukan dengan cara setiap ukuran latihan disusul dengan ukuran latihan antagonisnya, misalnya latihan biceps, kemudian latihan tris (otot lengan). Ada sistem latihan yang harus diperhatikan saat melakukan latihan ganjalan, antara lain sebagai berikut. Sistem latihan ini diterapkan dengan menggunakan 8 s/d 12 repetisi sebanyak a few set.

Adapun hal-hal yang menunjang keselamatan saat proses program latihan, antara lain sebagai berikut. Pakailah pakaian yang sesuai dan tenang untuk berolahraga. Selain itu pakaian harus elastik, tidak menghambat gerakan, serta dapat menyerap keringat. Latihan kekuatan (strength training) pada umumnya diaplikasikan dengan pemberian beban, benar beban internal (tubuh sendiri) maupun beban eksternal (peralatan fitness).

Untuk melatih kelenturan atau fleksibilitas tubuh meraih melakukan senam, yoga dan renang. Yang dimaksud melalui kelenturan atau flexibility adalah keleluaasaan pergerakan otot-otot tubuh khususnya otot persendian. Kelenturan dibutuhkan di hampir semua cabang olahraga. Meski sama-sama dibutuhkan oleh setiap cabang olahraga, tetap saja nyata sedikit perbedaan pada penerapannya yakni tingkat kelenturan dalam dibutuhkan untuk penampilan yg optimal pada masing-masing cabang olahraga.

Latihan kelenturan (flexibility training) dapat dikembangkan menjadi dua bentuk latihan, yaitu peregangan dinamis lalu peregangan statis. Waktu istirahat antarulangan lari ditetapkan selama beberapa detik atau menit. Istirahat dilakukan dengan jalan pelan-pelan, jogging, senam ringan, dan mengatur napas. Detras 2 lari bolak-balik (suttle run) dengan jarak a few meter sebanyak 8 saat. Untuk kecepatan daya ledak (explosive speed) dapat dilatih dengan penambahan beban dalam tidak lebih dari 20% dari beban maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *