Menu Close

Tradisi Main Sepak Bola Api Saat Ramadhan, Ikhtiar Mengelola Api

Lalu bongkahan tersebut direndam memanfaatkan minyak tanah. Tujuannya supaya minyak meresap ke dalam serat-serat bola kelapa ini. Aturan dalam permainan ini juga hampir sama lalu tidak berbeda jauh dengan permainan sepak bola dalam umumnya, yaitu terdiri dri dua gawang.

Kalau pun ada yang luka, biasanya berupa lecet-lecet dan terkilir. Untuk mengatasi ini, mereka biasanya menggunakan obat tradisional seperti sirih dan kencur untuk mengobatinya. “Selain itu jua restu dari para kiai yang membuat kami yakin, ” ujarnya saat ditemukan seusai permainan. Mereka nampak trengginas dan penuh antusias mengulik si kulit bundar berapi itu dalam durasi 15 X 2 menit dengan jeda 1 waktu. WHO merekomendasikan beberapa tindak dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

Satu tim terdiri dari lima jamaah pemain dan lapangan yang digunakan juga tidak bertentangan dengan luas lapangan online basket. Bagi tim dalam banyak memasukkan bola ke gawang lawan maka bernard tersebut yang dinyatakan menjadi pemenang dalam permainan. Terkadang, permainan sepak bola api bukanlah satu-satunya tradisi milik santri di Pesantren Babakan Ciwaringin, melainkan di daerah-daerah lain di Indonesia juga mempunyai tradisi yang sama.

dalam games ini, tanpa hal ini tidak mungkin seseorang akan terlibat. Namun, acara masyarakat dengan kerumunan besar masih tetap dilarang.

Di hari Santri Nasional, Gus Hari berharap pra santri di Kabupaten Kebumen menjadi santri yang contemporary, militan bisa menjaga NKRI. Menuju Tatanan Normal Baru dimasa pandemi Covid-19 dengan memperhatikan Protokol Kesehatan. Pertandingan dipimpin oleh seorang wasit dengan prosedur durasi waktu yang dipertandingkan sebanyak 2×10 menit.

Games sepak bola api terkait merupakan permainan tradisional khas Indonesia, yang biasanya dimainkan pada malam hari. Games ini dilakukan oleh dua tim dengan menggunakan bola yang terbuat dari sabut kelapa yang dibakar. Untuk bolanya, dibuat dari bongkahan sabuk kelapa tua dalam telah kering dengan lebih-lebih dahulu airnya dibuang.

“Jika ditanya, rata-rata orang bilang panas. Tapi kami yakin dan percaya dengan kekuatan doa untuk pengasuh pondok kami, ” tutur Yusuf. Solopos. com merupakan bagian dari Harian Umum Solopos. Website Solopos. com diluncurkan pada 19 September 2007 bertepatan oleh HUT Ke-10 Harian Solopos. Solopos. com, SOLO — Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI meneliti teringat dampak penggunaan smartphone dalam kalangan siswa Madrasah Aliyah (MA). Dalam riset tersebut ditemukan siswa MA dapat menggunakan smartphone lebih dari tujuh jam per hari.

Bila perlu, hubungi tim dukungan kami jika kamu memerlukan bantuan bertambah lanjut. Dengan ini, terjadilah keseimbangan, keselarasan, dan keharmonisan hidup dan kehidupan (back to nature). Mengelola api dalam diri ini tentu saja saja terkait dengan kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *